Publikasi / Infografik / 2014

Infografik : Pemantauan Pemilu dan Pemanfaatan Teknologi

Apakah benar bahwa generasi muda kini apatis?

Pemilihan Umum 2014 lalu menunjukkan fakta yang berbeda.

Di tengah skeptisisme masyarakat akan anak muda yang apatis terhadap politik, penelitian Pusat Kajian Komunikasi UI menemukan bahwa individu yang menjadi relawan pemantau dalam Pemilihan Umum 2014 didominasi oleh kelompok muda. Pengalaman lembaga pemantau Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat, di Pemilihan Legislatif 2014 lalu, memperlihatkan bahwa 46% relawan pemantau berusia 17-25 tahun, dan 38% lain berusia 26-35 tahun.

Meski para pemantau muda tersebut minim pengalaman, data menunjukkan bahwa mereka telah mengandalkan berbagai cara untuk bisa meneruskan pelanggaran yang mereka temui, dan yang paling khas, dengan menggunakan teknologi terkini. Alat pantau yang digunakan bervariasi, meliputi ponsel standar, ponsel pintar hingga komputer tablet. Begitu pula dengan alat pelaporan. Mulai dari Blackberry Messenger, WhatsApp, hingga Facebook dan Twitter mereka pakai untuk berbagi—foto dan bahkan video—pelanggaran di sekitar mereka. Dengan berbagi melalui media sosial, hasil pantauan mereka akan diketahui oleh publik, kelompok masyarakat sipil, Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU), hingga media massa.

Semua upaya tersebut tak lain merupakan bagian dari perwujudan Pemilihan Umum yang transparan dan akuntabel. Dan keterlibatan pemantau muda di sini justru menjadi contoh nyata bahwa ada bagian di kalangan anak muda yang ingin berpartisipasi dalam politik dengan turut mengawasi Pemilihan Umum.

Untuk temuan lebih lengkap, silahkan lihat infografik riset kami di sini atau unduh pada link dibawah ini.

Infografik : Pemantau Pemilu 2014
Ditulis oleh Administrator / Diposting 01 October 2014