/ Konferensi / 2017

Global Inter Media Dialogue (GIMD) 2017

LOGO

Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, bekerja sama dengan Oslo and Arkhesus University, Norwegia, mengadakan kegiatan Konferensi Global Inter Media Dialogue (GIMD) dengan tema “Ten Years Debating Freedom of Expressions—Looking Back, Looking Forward”. Kegiatan ini diorganisasikan oleh Pusat Kajian Komunikasi FISIP UI dan diselenggarakan di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI pada tanggal 23-25 Januari 2017. Para peserta yang menghadiri konferensi ini datang dari kalangan akademisi dan jurnalis yang berasal dari 13 negara Asia dan Eropa, yakni Malaysia, Tunisia, Turki, Mesir, Irak, Palestina, Siria, Iran, Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, Norwegia dan Indonesia. Para peserta akan mendiskusikan isu-isu seputar kebebasan berkespresi baik dalam konteks lokal dan global.

GMID tahun ini mengangkat topik “Ten Years Debating Freedom of Expression –Looking Back, Looking Forward”. Topik kebebasan berekspresi selalu relevan dan menjadi masalah di banyak negara di dunia, terutama di negara berkembang, di mana kebebasan berekspresi kerap  dibenturkan dengan isu keamanan dan stabilitas nasional, konflik etnis dan ras. Banyak topik yang didiskusikan dalam GMID relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, mulai dari fenomena ujaran kebencian di media sosial, pemberitaan terorisme, benturan peradaban hingga politik SARA.

Global Intermedia Dialogue (GIMD) sendiri merupakan sebuah konferensi internasional  yang melibatkan ahli dan praktisi media di dunia. Konferensi ini mengambil format “dialog”, di mana masing-masing praktisi dan ahli media yang mewakili negara masing-masing berbagi informasi, pengalaman dan mendiskusikan masalah-masalah seputar kebebasan berpendapat dan berekspresi. GIMD pertama kali dilakukan tahun 1997 di Jakarta, diikuti oleh jurnalis dan ahli media dari Indonesa, Pakistan dan Bangladesh. GIMD tahun 2017 ini adalah GIMD kedua, dengan mengikutsertakan lebih banyak negara. Selain Indonesia, Pakistan da Bangladesh, konferensi juga akan diikuti oleh praktisi dan ahli dari Malaysia, Tunisia, Turki, Mesir, Irak, Palestina, Siria, Iran, dan Afghanistan.

Ditulis oleh Admin Puskakom / Diposting 24 January 2017